PADANG, - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA N) 8 Padang merupakan sekolah induk Penyelenggara Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Ditunjuknya SMA N 8 Padang berdasarkan Perpres Nomor 3 Tentang Penanganan Anak Tidak Sekolah dan Keputusan Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Permendikdasmen RI Nomor 9 Tahun 2026, tentang Penetapan SMAN 8 Padang sebagai Penyelenggara Pendidikan Jarak Jauh jenjang SMA.
Menurut Kepala SMA N 8 Padang Dr, Berry Devanda, S.Pd, M.Ed, yang di temui pada Senin (24/8/2026), PJJ ini baru satu yaitu SMA 8 ini di Sumbar bertujuan untuk mengurangi angka anak tidak sekolah di Sumatera Barat.
"Angka anak tidak sekolah di Sumatera Barat saat ini lumayan banyak, dan angka usia anak 16 hingga 18 akan tetapi dia tidak sekolah perlu kita sentuh, diperkirakan sekitar 45 persen anak usia 16 sampai 18 tapi mereka harus bekerja, di Indonesia angkanya sampai 1.1 juta jiwa," ungkap Berry.
Saat ini Di SMA 8 Padang ada 2 Rombongan belajar (Rombel) dengan jumlah anak 55 orang, dan total di Indonesia ada 22 sekolah PJJ dengan total 29 rombel dengan jumlah anak 1080 orang.
"Format belajar mereka 70 persen mandiri seperti universitas terbuka dan 30 persen tatap muka, sebagian besar pembelajaran anak-anak tersebut adalah daring. Pembelajaran mereka dibuat fleksibel dengan tidak menganggu pekerjaan mereka, siswanya dari seluruh Sumbar karena skopnya Sumatera Barat," lanjutnya.
Tahun ajaran ini baru pertama dan sudah belajar selama 1 bulan. Sehingga kalau mereka lulus pada tahun 2028 nanti berhak mendapat ijazah SMA 8,
"Karena siswa kita sebagai besar se-sumatera barat maka yang 30 persen belajar tatap maya atau online (zoom). Kita ingin nya nanti mereka tetap punya kesempatan yang lebih besar dan dibanding hanya punya ijazah SMP, lanjut Kepsek.
Rata-rata mereka bekerja untuk bertahan hidup dan ada membantu orang tua. Mereka bekerja berjualan, dan bahkan ada yang pergi kelaut yang berhari- hari baru pulang.
"Setelah pihak sekolah berinteraksi selama satu bulan ini , ternyata anak-anak tersebut bukan anak-anak malas, tetapi anak-anak yang punya keinginan dan motivasi tapi tidak punya pilihan karena mereka harus bekerja untuk menyambung hidup , pilihannya bekerja atau tidak makan, maka mereka memilih bekerja kalau mereka tidak kerja maka mereka tidak makan, ungkap Berry.
Kepala SMA 8 ini berharap program PJJ tersebut tersosialisasi dengan baik. Sehingga banyak anak-anak yang putus sekolah dapat menyambung pendidikan.
"Pada tahun pertama ini baru dua rombel tahun besok kita harap lebih banyak lagi yang mengetahui dengan anak-anak yang kondisi sulit seperti itu akan difasilitasi , kita harap berapa banyak dari pertama masuk sebanyak itu juga nanti yang tamat, lanjutnya.
Berry juga mengucapkan moto "jika anak tidak bisa datang kesekolah , maka sekolah yang mendatangi mereka".
Berry Devanda selaku Kepala Sekolah 8 Padang juga mengimbau dan meinformasikan kepada seluruh anak anak yang tamat SMP/MTS TAHUN 2024 DAN 2025, dan berusia 16-18 tahun, serta tidak melanjutkan sekolah ke SMA/SMK/MA Maka bisa daftar diri melalaui :
🔗https://pjj.sman8padang.my.id/
📆: sampai 25 Agus 2026
📍: SMAN 8 PADANG
📞: 081364565912
Pembelajaran jarak jauh SMAN 8 Padang *gratis*
Catatan: Informasi selanjutnya silahkan lihat di akun Instagram SMAN 8 Padang *smandelpadang*
Wassalam,
TTD
Kepsek
Dr.Berry Devanda, S.Pd, M.Ed

0 Comments