PADANG, Puluhan Warga dan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Muda Sumbar Menggugat (GMM-SM) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat (Disdik Sumbar) dalam aksi Demonstrasi pada Kamis Sore (26/7/2026).
Dalam aksi tersebut GMM-SM mendesak Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi menyeluruh terhadap seluruh SMK Negeri di Kota Padang yang diduga melakukan pungutan kepada peserta didik maupun orang tua siswa dengan dalih sumbangan komite atau sumbangan sukarela.
Koordinator Demonstrasi GMM-SM Fadli dalam aksinya, meminta transparansi oleh Kepala Sekolah tentang atas dasar hukum pungutan atau sumbangan di SMK tersebut, digunakan untuk apa serta berapa dana yang terkumpul.
"Kita dari GMM-SM mendesak Kepala Dinas Provinsi Sumbar untuk lakukan transparansi terhadap pungutan Komite tersebut , beberapa jumlah dana terkumpul, digunakan untuk apa serta laporannya Kepada Masyarakat, " ungkap Fadli.
Aksi yang berlangsung tertib tersebut dijaga ketat oleh puluhan pihak Kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Padang Selatan AKP Nirdes Ali.
Kapolsek Padang Selatan AKP Nirdes Ali terlihat membantu para demonstran secara tertib untuk menyampaikan aspirasi mereka didepan kantor Dinas Pendidikan Sumbar. Kapolsek juga berupaya menghadirkan perwakilan dari Dinas Pendidikan Sumbar untuk dapat mendengarkan tuntunan mereka.
Aksi yang berlangsung damai tersebut diterima langsung oleh Kabid SMK Dinas Pendidikan Sumbar Suryanto. Dalam dialog yang berlangsung ketat tersebut Suryanto berupaya menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh pendemo.
Menurut Suryanto Dinas pendidikan hanya mengelola Bos, dan persoalan sumbangan merupakan hak dan kewenangan Masing-masing sekolah untuk penunjang pendidikan.
"Sumbangan tersebut tidak diwajibkan bagi siswa, dan hanya bagi siswa yang mampu saja dan tidak ada paksaan, " ungkap Suyanto.
Aksi yang damai tersebut bubar dengan tertib, namun mereka menunggu hasil transparansi dari dinas pendidikan Sumbar selama 7 hari kedepan.

0 Comments