PESISIR SELATAN, |- Perawatan jalan berskala Nasional di Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) terus dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (Balai PJN) Wilayah II. Pengerjaan perawatan yang dilakukan tersebut berupa pengaspalan atau penambalan jalan yang rusak serta perbaikan atau pembuatan drainase pinggir jalan atau bahu jalan utama.
Pengerjaan perbaikan tersebut dilakukan oleh PJN II untuk kenyamanan bagi pengguna jalan raya atau jalan nasional dan jalan lintas sumatera. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Satker PJN Wilayah II Sumbar, Masudi, ST ketika dihubungi media Minggu (24/6/2026).
"Saat ini, tim pelaksana di lapangan bersama kontraktor PT. Anatama Konstruksi Utama sudah berada di lokasi untuk proses perbaikan. Kami upayakan penanganan dilakukan secepat mungkin, Kami akan terus memantau dan menerima masukan dari masyarakat," ujar Masudi.
Masudi memastikan pihak rekanan telah diinstruksikan untuk segera melengkapi rambu-rambu peringatan yang memadai pada lokasi jalan yang diperbaiki. Menurutnya langkah ini diambil guna menjamin keselamatan pengendara melakukan perjalanan saat malam hari atau dalam kondisi cuaca hujan.
Disamping itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Satker PJN Wilayah II Sumbar, Gina Lamria Indriati Tampubolon, ST, menjelaskan bahwa pengerjaan proyek preservasi ini adalah dengan lokasi jalan mulai dari Kambang, Tapan, hingga batas Jambi dan Bengkulu.
Dengan keadaan dinamika harga material utama seperti aspal dan penyesuaian volume anggaran, PPK 2.4 menerapkan strategi penanganan skala prioritas untuk menyisir titik-titik kerusakan yang paling rawan. Salah satu fokus yang tengah berjalan simultan saat ini adalah penanganan genangan air di pinggir jalan.
Menurut Gina bahwa teknis di lapangan saat ini sedang melakukan proses grading atau pembentukan kembali kemiringan bahu jalan di beberapa titik krusial. Penanganan ini sengaja diprioritaskan karena kondisi di lapangan menunjukkan adanya tumpukan material pada bahu jalan akibat pertumbuhan vegetasi liar dan endapan tanah yang menebal dari waktu ke waktu.
"Dengan melihat kondisi di lapangan bahwa tumpukan tanah dan vegetasi membuat posisi bahu jalan menjadi lebih tinggi dari permukaan aspal. Akibatnya, aliran air pembuangan tersumbat dan memicu genangan air di badan jalan," urai Gina Lamria.
Berdasarkan data teknis pemantauan berkala yang dirilis oleh PPK 2.4 di ruas Tapan – Batas Bengkulu (khususnya pada titik koordinat 240+100 Kanan), visualisasi progres penanganan genangan melalui pembersihan tanah dan pembentukan kemiringan dilaporkan terus berjalan dinamis.
Kondisi awal bahu jalan yang tertutup tanah dan digenangi air (0%), tim teknis langsung melakukan pengerukan manual dan mekanis untuk membuka jalur air hingga mencapai progres antara 50% hingga fungsional penuh (100%). Pemotongan vegetasi dan perataan tanah ini mengembalikan fungsi bahu jalan agar air hujan dapat langsung mengalir ke saluran pembuangan alami di sekitarnya.
"Tim dilapangan melakukan pemetaan secara cermat. Ruas jalan di depan SDN 07 Labuhan Balai Selasa, area pemukiman padat, serta titik-titik sumbatan drainase di ruas Tapan hingga batas Bengkulu sudah masuk dalam daftar penanganan prioritas. Kami berkomitmen memaksimalkan potensi anggaran yang ada agar seluruh target fungsional jalan dapat tercapai dengan kualitas yang baik dan bebas dari genangan tersembunyi," terang Gina.
Pihak BPJN Sumbar kembali mengimbau para pengguna jalan yang melintasi rute Kambang–Tapan hingga batas Bengkulu untuk tetap berhati-hati, menjaga kecepatan berkendara, dan waspada terhadap para pekerja yang sedang beraktivitas di tepi jalan selama masa pemeliharaan ini berlangsung.

0 Comments