PADANG, Pemulihan fungsi Gedung Abdullah Kamil di Jalan Diponegoro, Padang, kini memasuki babak baru. Upaya menghidupkan kembali pusat kegiatan ini melibatkan berbagai perspektif dari para pemangku kebijakan yang hadir dalam peresmian pada Jumat (23/1/2026).
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa reaktivasi gedung ini merupakan langkah krusial untuk menyediakan wadah edukasi dan riset kebudayaan yang komprehensif. Beliau memproyeksikan gedung ini sebagai sentral bagi berbagai disiplin, mulai dari pelestarian tradisi hingga pengembangan seni pertunjukan dan film. Fokus utamanya adalah transformasi gedung menjadi ruang belajar yang dinamis guna menggerakkan kemajuan pemikiran kebudayaan di Sumatera Barat.
"Kami berharap gedung ini kembali menjadi pusat budaya dan edukasi yang menggerakkan kemajuan kebudayaan secara komprehensif. Cakupannya luas, mulai dari pelestarian tradisi, riset mendalam, pengembangan seni pertunjukan, industri film, hingga menjadi laboratorium pemikiran kebudayaan," ujar Fadli Zon.
Feri Arlius Selaku Direktur Prasarana pada Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Feri Arlius memberikan sorotan pada aspek kesiapan fasilitas fisik. Beliau menekankan pentingnya ketersediaan prasarana yang standar dan memadai agar gedung ini tidak hanya berdiri secara seremonial, tetapi benar-benar fungsional untuk mendukung kegiatan teknis komunitas. Peran direktoratnya memastikan bahwa infrastruktur yang ada sejalan dengan misi kementerian dalam membina dan mengembangkan ekosistem budaya secara berkelanjutan.
Dr. Feri Arlius, M.Sc juga menyampaikan rasa syukur dan terimakasihnya kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
"Alhamdulillah atas rekomendasi pak menteri, renovasi gedung ini bisa berjalan, meskipun belum rampung seratus persen", ungkap Datuak Feri panggilan akrab Dr. Feri Arlius, M.Sc.
Dirinya juga menyampaikan bahwa untuk pengembangan selanjutnya, masih dibutuhkan biaya yang lebih.
Datuak Feri yang pernah menjabat Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas tersebut menyampaikan syukurnya, bahwa Gedung Abdullah Kamil tersebut telah bisa difungsikan sebagaimana mestinya.
"Walaupun mungkin belum 100% final kita renovasi, dan masih memerlukan biaya yang lebih dari yang kita sediakan pada tahun ini. Dan sekarang gedung ini sudah bisa difungsikan," terang Datuak Feri.
Ketua Yayasan Genta Budaya, Weno Aulia Weno Aulia memaparkan perjalanan panjang gedung yang didirikan pada tahun 1988 ini. Beliau mengulas bagaimana struktur bangunan ini sempat terdampak serius oleh gempa bumi tahun 2007 dan 2009, yang mengakibatkan kerusakan berat terutama di bagian utara. Penjelasannya memberikan latar belakang mengenai pentingnya renovasi menyeluruh untuk mengembalikan fungsi bangunan yang digagas oleh diplomat senior, almarhum Haji Abdullah Kamil, sebagai warisan bagi generasi mendatang.
“Gedung Abdullah Kamil merupakan gedung kebudayaan yang digagas oleh diplomat senior asal Minangkabau, almarhum Haji Abdullah Kamil. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Fadli Zon yang telah merenovasi sekaligus mengaktivasi kembali Gedung Abdullah Kamil ini,” ujar Weno.
Fadly Amran selaku Walikota Padang menyoroti bagaimana keberadaan gedung ini akan diintegrasikan dengan penataan lingkungan perkotaan. Ia merencanakan pengembangan area terbuka hijau di sekitar gedung sebagai bentuk dukungan fasilitas.
"Keberadaan Gedung Abdullah Kamil diharapkan mampu memperkuat ekosistem kreatif di Padang, menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda, sekaligus memastikan nilai-nilai luhur budaya Minangkabau tetap lestari secara berkelanjutan," tutur Fadly Amran.
Fokusnya adalah menciptakan ruang ekspresi yang representatif bagi para kreatif lokal, sehingga mampu memperkuat ekosistem seni sekaligus menjaga nilai-nilai Minangkabau di jantung Kota Padang.(ded/nng)



0 Comments