Keunikan Tari Piring dengan Menginjak Beling berkali -kali Tanpa Luka

Tari piring srbagai pergelaran seni untuk penyambutan tamu diacr perkawinan (foto; indra mairoli)


PASAMAN BARAT, CAKRAWALASUMBAR.COM, Banyak hal yang dilakukan masyarakat untuk memeriahkan acara pesta perkawinan.  Seperti yang dilakukan pada pesta perkawinan Amy dan Wahyu yang dilangsungkan di Kawasan Pasar Tradisional Padang Tujuh Kabupaten Pasaman Barat, pada Hari Sabtu (5/11/2022) lalu.

Pesta tersebut dilangsungkan seperti pesta biasanya,  dengan pakaian adat Minang dan ada musik orgen tunggal. Namun hal menarik ada pada saat penyambutan tamu dari pihak Bako datang,  dimana saat tamu tersebut datang disambut dengan Tari Piring. 

Tari Piring ini merupakan tari khas Minang yang selalu dilestarikan keberadaanya.  Tari Piring ini ditarikan dengan pakaian khas Minang  dan ditarikan beberapa Orang  Penari, tergantung permintaan dan keadaan.  Biasanya minimal ditarikan oleh 5 Orang Penari, bahkan lebih. 

Dengan keahlian para Penari, piring yang ada ditangan tidak ada yang jatuh. Uniknya lagi saat akhir tarian, Seorang penari menginjak-injak beling yang sudah disiapkan didepannya. Tanpa berdarah si penari dengan lincah menari di atas tumpukan beling, bahkan beling-beling  tersebut di tempelkan ke mukanya. 

Menurut Farid, salah Seorang penari yang masih duduk dikelas 3 SMP ini mengaku tidak ada keahlian khusus untuk tarian ini.  Hanya saja Farid sudah mempelajari tarian ini selama Setahun lebih. 

" Saya memang hobi menari dan sudah ikut sanggar tari ini setahun lebih, awalnya saya takut namun karena sudah dibiasakan tidak masalah lagi", ungkap Farid.

Tari piring dengan menginjak beling tanpa Luka


Tari Piring ini tidak saja dilakukan pada acara perkawinan,  namun banyak ditampilkan pada acara-acara besar  seperti pertujukan seni ataupun sebagai penyambutan tamu di acara besar.


Oleh : Indra Mairoli 








Posting Komentar

0 Komentar